Monday, 13 April 2015

Inspiring Story - Pohon dan Burung Pelatuk


Sebatang pohon berbuah sangat lebat. Buahnya terlihat kuning keemasan

Seekor burung jalak hinggap dipohon tersebut, dengan lantang memuji pohon itu.
"Pohon yg amat subur dan terlihat indah sekali dengan buah yg cantik." 

Setelah mendengar pujian burung jalak, lalu si pohon menjawab,
"Kawan, tinggallah ditempatku ini!" .

Lalu, seekor burung kenari terbang ke pohon tersebut, menghadap ke arah pohon ini, sambil bernyanyi
"Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus bak bidadari." 

Pohon pun menjawab nyanyian sikenari,
"Jika dikau ingin memakan buahku, ambil saja kawan!"

Seekor burung pelatuk hinggap juga ke pohon yg subur ini, Ia mematuk2 di sana-sini, di seluruh badan pohon, membuat pohon amat kesakitan. Kemudian burung pelatuk berkata,
"Aku melihat di dalam tubuhmu ada seekor ulat yg menjijikan, aku ingin mematuknya keluar. Jika tidak, maka dikau akan kesakitan dimakan oleh ulat." 

Si pohon marah lalu berkata,
"Omong kosong, kamu mematukku, sengaja ingin membunuhku kan, cepat pergi dari sini!"

Burung pelatuk akhirnya pergi. .

Tak berapa lama, si pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning berguguran. Sembari itu, dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi. Burung jalak pergi meninggalkannya , burung kenari jg tdk datang bernyanyi lagi.

Suatu hari, burung pelatuk menghampirinya lg, walaupun pohon menjerit kesakitan, ia tdk peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat di tubuh pohon termakan habis. 2 minggu kemudian, Daun pohon ini tumbuh kembali, hijaunya mulai terlihat, lebat lalu berbuah lg seperti semula.

Dengan perasaan terharu sang pohon berkata
"Ternyata yg bernyanyi dan memuji kita belum tentu sebagai kawan, tetapi yg memikirkan dan bersedia menunjukkan kekurangan dan membantu kita, itulah kawan sejati."

No comments:

Post a Comment